Women Leaders Discussion: “Kepemimpinan Perempuan: Membangun Budaya Kerja yang Kompetitif di Era Digital”

Jakarta, 12 November 2019 – Harian Kompas, melalui pra-acara Kompas100 CEO Forum 2019, menyelenggarakan Kompas100 Women Leaders Discussion yang berjudul “Kepemimpinan Perempuan: Membangun Budaya Kerja yang Kompetitif di Era Digital”. Ini merupakan rangkaian Kompas100 CEO Forum 2019 yang bertemakan “CEO Envisions to Win the Turbulence of Digital Disruption”. Tema tersebut mewakili semangat Kompas100 CEO Forum 2019 yang mengajak para CEO dan pemerintah untuk dapat mengambil peluang di tengah tantangan disrupsi digital yang memengaruhi perubahan lanskap di setiap tata kelola perusahaan.

 

Kompas100 Women Leaders Discussion dilaksanakan di Plataran Dharmawangsa Jakarta, mengundang narasumber-narasumber yang merupakan perempuan pemimpin yang berasal dari latar belakang industri yang berbeda. Narasumber-narasumber tersebut antara lain Direktur Bina Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Siti Kustiati, VP Corporate Communication Tokopedia Nuraini Razak, CEO XL Axiata Dian Siswarini, dan Direktur Utama dan Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari. Diskusi tersebut membahas peran kepemimpinan perempuan terhadap terciptanya budaya kerja yang mendorong daya saing perusahaan. 

 

Acara dibuka oleh Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy. Menurut Ninuk, kepemimpinan perempuan merupakan topik yang menarik untuk diangkat mengingat perempuan memiliki peran yang sangat penting terhadap budaya kerja perusahaan yang kompetitif. Ninuk mengungkapkan bahwa terdapat berbagai macam keunggulan kepemimpinan perempuan yang bisa secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

 

Diskusi dimulai dengan paparan pembicara pertama, yaitu Siti Kustiati selaku Direktur Bina Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Menurut Siti, Indonesia memiliki tantangan yang begitu besar dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya perempuan, mengingat banyak tantangan internal dan eksternal yang harus dihadapi oleh Indonesia di era digital saat ini; seperti munculnya berbagai macam pekerjaan baru, kompetensi untuk menyelesaikan masalah yang kompleks, dan kompetensi untuk menggunakan teknologi terbarukan. Fakta yang menyebutkan bahwa perempuan cenderung menyukai pekerjaan paruh waktu juga menjadi tantangan tersendiri untuk perempuan. “Tantangan sumber daya manusia perempuan adalah tata kelola upah yang kompetitif dan perlindungan sosial. Hal ini menjadi tantangan bagi perempuan Indonesia karena perempuan cenderung menyukai pekerjaan paruh waktu sehingga masalah tersebut sering muncul” ujar Siti. Menurut Siti, kompetensi berbasis pola pikir yang menjawab tantangan zaman serta kompetensi praktis melalui pendidikan vokasi dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

 

Pembicara kedua adalah VP Corporate Communication Tokopedia Nuraini Razak. Nuraini bercerita mengenai cara Tokopedia mengembangkan sumber daya manusia khususnya perempuan. Tokopedia berkomitmen untuk selalu mengembangkan para Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) perempuan melalui kesempatan kerja yang erat dengan teknologi. “Tokopedia memiliki banyak pemimpin perempuan yang karyanya bisa dinikmati oleh konsumen melalui aplikasi Tokopedia. Mereka adalah sosok di belakang layar yang berkontribusi terhadap kesuksesan Tokopedia sehingga kami bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia” ujar Nuraini. Nuraini menekankan bahwa perusahaan sebaiknya memberikan kesempatan yang sama terhadap perempuan untuk bisa berkembang melalui teknologi. Menurut Nuraini, hal tersebut dapat membuat perempuan menjadi sumber daya manusia yang kompetitif di era digital saat ini.

 

XL Axiata memiliki cara lain dalam mengembangkan sumber daya manusia perempuan. Dian Siswarini selaku CEO XL Axiata mengungkapkan bahwa pengembangan sumber daya manusia perempuan harus melibatkan teknologi. Hal ini yang membuat XL Axiata mengembangkan sisternet.co.id, sebuah wadah digital yang memiliki visi untuk membantu dan menginspirasi perempuan Indonesia untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi. “Melalui sisternet.co.id, para perempuan tidak hanya bisa mengakses konten atau kelas online yang membahas mengenai teknologi, tetapi juga kelas offline yang memungkinkan mereka untuk bertemu secara fisik dan berdiskusi mengenai teknologi” ujar Dian. Menurut Dian, teknologi memiliki peran penting terhadap pengembangan sumber daya manusia khususnya perempuan.

 

Direktur Utama dan Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari menekankan bahwa perempuan juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan mengembangkan diri. “CNN Indonesia percaya bahwa perempuan harus diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki di tempat kerja. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada seluruh karyawan untuk tampil dan berkarya tanpa membeda-bedakan ras, agama, dan gender” ujar Titin. Menurut titin, membiarkan kesenjangan yang tinggi antara laki-laki dan perempuan memiliki akibat yang buruk terhadap produktivitas dan daya saing perusahaan.

 

Melalui Kompas100 Women Leaders Discussion, para pembicara mengajak seluruh pemangku kepentingan di segala instansi untuk melibatkan peran kepemimpinan perempuan agar tercapainya sebuah budaya kerja yang yang lebih produktif dan kompetitif. Segala target pencapaian, baik bagi perusahaan maupun Indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar kesepuluh di dunia pada 2030, tidak bisa dari peran strategis kepemimpinan perempuan.