Rilis Pers

Rilis Pers Rangkaian Kegiatan Kompas 100 CEO Forum
27
Nov

Acara Puncak KOMPAS100 CEO FORUM 2018 POWERED BY PLN: Meningkatkan Daya Saing Industri

Jakarta, 27 November 2018 – Kompas100 CEO Forum 2018 Powered by PLN merupakan acara yang diselenggarakan setiap tahun bagi para CEO yang tergabung sebagai emiten Kompas100 Bursa Efek Indonesia. Acara ini adalah wadah bertemu dan bertukar pikiran mengenai proyeksi perekonomian setiap tahunnya. Tema yang diangkat tahun ini yaitu “Meningkatkan Daya Saing Industri Indonesia”. Tema ini diharapkan dapat menggali inspirasi baik untuk pemerintah maupun korporasi dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan, selain Indonesia diprediksi akan menjadi TOP 10 ekonomi di dunia pada 2018.

Kompas100 CEO Forum 2018 telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-9. Tahun ini, Harian Kompas kembali bekerja sama dengan PT PLN (Persero). Setelah menyelesaikan berbagai rangkaian acara yang diadakan sejak Oktober 2018, acara puncak Kompas100 CEO Forum 2018 Powered by PLN sukses diselenggarakan di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, hari ini.

Terdapat dua sudut pandang diskusi dalam meningkatkan daya saing industri Indonesia yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertama, bagaimana mengadopsi Revolusi Industri 4.0 dalam rangka meningkatkan efisiensi di dalam proses bisnis. Kedua, bagaimana strategi dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang ramah investasi.

Lilik Oetama sebagai CEO Kompas Gramedia membuka acara puncak Kompas100 CEO Forum 2018 Powered by PLN dan dilanjutkan dengan pidato pembuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Dalam kesempitan ada kesempatan; di tengah adanya kesulitan, kita harus fokus pada peluang yang ada di depan kita. Dan sebagai pemimpin harus berorientasi pada gol dan hasil, bukan hanya terfokus pada proses. Selain itu, pemimpin yang baik juga harus bisa berkolaborasi dengan entitas lain”, ujar Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Kompas100 CEO Forum 2018 Powered By PLN juga menghadirkan sesi diskusi panel yang dipandu oleh A. Tony Prasetiantono selaku Kepala Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada. Panel diskusi membahas mengenai potensi dan tantangan dalam meningkatkan daya saing industri Indonesia yang dibahas melalui tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang Industri yang dibawakan oleh Airlangga Hartarto selaku Menteri Perindustrian Republik Indonesia, sudut pandang sumber daya manusia yang dibawakan oleh Hanif Dhakiri selaku Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dan sudut pandang Keuangan & Investasi yang dibawakan oleh Mardiasmo selaku Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Mardiasmo mengungkapkan bahwa tidak cukup hanya financial inclusiveness, akan tetapi economic inclusiveness juga diperlukan untuk membangun Indonesia secara keseluruhan. Sektor perbankan memiliki efek signifikan pada perekonomian nasional, termasuk kinerja perbankan terhadap laju perekonomian. Banyak hal-hal baru yang membuat pengusaha harus pintar menyesuaikan diri sehingga tidak hanya perusahaan yang akan mendapatkan manfaatnya, tetapi juga kesejahteraan negara secara keseluruhan.

Airlangga Hartarto juga mengungkapkan bahwa offline & online marketplace bisa saling mengisi, hanya saja diperlukan penyesuaian antara produk offline dan e-commerce karena adanya market shift di masyarakat. Untuk menghemat devisa negara, Indonesia membatasi impor bahan baku dan mendorong substitusi impor. Tidak hanya itu, konektivitas antar zona industri perlu diperbaiki untuk mengatasi kendala logistik yang seringkali dialami pelaku-pelaku industri.

Dan terakhir, hal yang diungkapkan oleh Hanif Dhakiri bahwa Indonesia harus menggenjot pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, di Indonesia pendidikan vokasi masih “second class” dibandingkan dengan pendidikan akademis. Seiring perubahan zaman, pendidikan vokasi dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang berguna bagi pekerjaan. Hal ini dilakukan agar tidak usah berlama-lama sekolah, tetapi bisa bekerja dan menghasilkan uang melalui sertifikasi profesi dari pendidikan vokasi.

Sesi forum dilanjutkan dengan paparan dari Co-Founder & Managing Partner of Northstar Group, Glenn Sugita yang menekankan bahwa aspek sumber daya manusia (SDM) masih menjadi masalah yang harus diperbaiki untuk memajukan bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, faktor yang dapat mempengaruhi kualitas SDM seperti kurangnya asupan gizi, prioritas orang tua, keterbatasan sekolah & guru, dan pola mengajar top down harus ditingkatkan agar Indonesia memiliki daya saing industri.

Kompas100 CEO Forum 2018 Powered By PLN ditutup dengan konferensi pers untuk mengingatkan semua pemangku kepentingan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat penting dalam rangka meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Syofvi Roekman sebagai Direktur Perencanaan Korporat PT PLN Persero mengatakan bahwa Kompas100 CEO Forum 2018 adalah tahun kedua PLN dalam mendukung Kompas CEO Forum. “Kami banyak menangkap aspirasi pada event ini, khususnya aplikasi dari pengembangan infrastruktur PLN terhadap industri, mulai dari kualitas listrik hingga kelancaran pasokan” ujar Syofvi.

“Kami berharap Kompas100 CEO Forum berikutnya berjalan lebih baik lagi dengan menampung aspirasi-aspirasi baru dari pelaku bisnis dan sektor industri lainnya, serta menyumbangkan optimisme bagi industri di Indonesia”, ucap Ninuk Mardiana Pambudy, Pemimpin Redaksi Harian Kompas.

 

-selesai-