Anggarkan Rp 3.041 T untuk 2023, Ini Lima Fokus Pemerintah

Pemerintah telah menetapkan target belanja negara pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 sebesar Rp 3.041,7 triliun. Anggaran ini mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.230 triliun, dan transfer ke daerah sebesar Rp 811,7 triliun. Dengan anggaran sebesar ini, apa yang jadi fokus pemerintah RI?

Presiden Joko Widodo menyebut RAPBN 2023 akan berfokus pada lima hal. Yang pertama adalah penguatan kualitas SDM unggul yang produktif, inovatif dan berdaya saing. 

Untuk peningkatan SDM, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 608,3 triliun. “Kita harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi. Kita harus menyiapkan SDM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global,” kata Jokowi, saat menyampaikan keterangan pemerintah atas RAPBN 2023 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Agustus lalu. 

Anggaran peningkatan SDM itu nantinya akan disebar pada beberapa program. Antara lain peningkatan akses pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan, peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang kegiatan pendidikan terutama di daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T), penguatan link and match dengan pasar kerja, pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan pelayanan pendidikan anak usia dini (PAUD). 

Kemudian, fokus kedua RAPBN 2023 adalah akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Untuk infrastruktur, pemerintah menganggarkan Rp 392 triliun. Anggaran ini digunakan untuk penguatan penyediaan layanan dasar, hingga pemerataan infrastruktur dan akses teknologi informasi dan komunikasi. 

“Untuk mendukung target percepatan pembangunan infrastruktur, strategi memadukan anggaran dengan bauran skema pendanaan akan dilakukan melalui sinergi sisi pembiayaan investasi dan belanja kementerian atau lembaga serta meningkatkan peran swasta. Skema kerjasama antara pemerintah dan badan usaha menjadi model pembiayaan yang terus ditawarkan,” kata dia. 

Selanjutnya, tiga fokus berikutnya dari RAPBN 2023 adalah pemantapan efektivitas implementasi reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi, pelaksanaan revitalisasi industri dengan mendorong hilirisasi, serta mendorong pembangunan dan pengembangan ekonomi hijau. 

Seperti diketahui, RAPBN 2023 yang direncanakan sebesar Rp 3.041,7 triliun lebih rendah daripada outlook tahun 2022. APBN 2022 seperti diketahui mencapai Rp 3.169,1 triliun. 

 

Subsidi Energi

 

Sama seperti APBN sebelum-sebelumnya, pemerintah masih mengalokasikan anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi. Untuk tahun 2023, pemerintah menganggarkan Rp 336,7 triliun. 

Meski lebih rendah dari anggaran 2022 yang mencapai Rp 502 triliun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menganggap bahwa angka Rp 336,7 triliun masih terbilang tinggi. 

Lalu, untuk apa saja anggaran subsidi dan kompensasi energi di tahun 2023?

Sri Mulyani menyebut salah satunya untuk mensubsidi BBM solar. Besaran subsidinya mengalami peningkatan. Dari Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter.